Sunday, November 27, 2011

Touchy Topics

“Dimana bumi di pijak, di situ langit dijunjung.”
Apaan emang?heu.
Jadi, bagi Anda yang keukeuh mau ke Amrik, dan seneng ngobrol, pandai-pandailah memilih topik obrolan dengan orang Amrik. Apalagi kalo baru pertama kali bertemu. Mereka umumnya sukanya obrolan mengenai keluarga, olahraga, sekolah atau pekerjaan. Jadi Anda bisa mulai obrolan dengan bertanya:
Do you have any siblings?
Where do you work?
Do you like sports?
Where are you from?
What school do you go?


Ini demi kesopanan bersama,hehe.
Ada juga pertanyaan-pertanyaan sensitif yang perlu dihindari, misalnya:
How much is your salary? Gajimu berapa?
How much did you pay for your watch? Jam tanganmu berapaan tuh?
Why are you single? Kok gak nikah sih?
Why don't you have any children? Kok bisa gak punya anak?
How old are you? Umur berapa?

Weeeeehhh mau tau ajah, pertanyaan-pertanyaan ini mah di Indonesia juga emang kurang sopan kayanya.

MONEY/JOB?

I have two moneys!

Iih, apa maksudnya? Saya punya dua uang? Bukan. Kita sudah belajar tentang countable dan uncountable noun sebelumnya. Saya bilang money itu masuk geng uncountable = ga bisa dihitung, kan? Jadi tuh kalimat salah yeee... No, jangan buru-buru dulu, tuh kalimat sah-sah saja kalo maksudnya:

Saya punya dua pekerjaan lho!

Jadi “moneys” disitu diartikan sama halnya dengan “jobs”.

Hadyuuh, kenapa ga langsung pake job ajah! Yaa kan job juga menghasilkan money. Ya tapi kan jadi bikin bingung. Ya gapapah, ujung-ujungnya sama-sama fulus^^

MIND BLOWING

Beberapa waktu yang lalu saya mengajar seorang remaja Australia, materinya tentang Mencintai Allah..duhhh beurat.. Saya minta ia tuliskan semua kata yang terpikir olehnya mengenai Allah.
Lalu tertulislah olehnya banyak sekali kata: nature, everywhere, life, merciful, water, brain, disaster, galaxy, perfection, one, food, strong, animals, plants, earth, languages, intelligence, etc, etc.
Subhanallah, ia tak berhenti menulis sampai saya bilang, “Good job dear, stop!”
Kemudian saya tanyalah ia, “Kalo kau harus ungkapkan satu hal saja tentang Allah, apakah itu?”
Jawabnya, “Allah is MIND-BLOWING.”

Owh, saya tak tahu apakah mind-blowing itu? Kedengarannya ungkapan yang sangat berkelas..hehe. Tanpa babibu dan tanpa membuka kamus, to-the-point saya tanyakan padanya, “What do you mean, honey?”
Jawabnya, “Allah is VERY-VERY AMAZING, sister.”. Saya manggut-manggut, alhamdulillah dapet ilmu baru ^^

NB: presepsi dan interpretasi orang kan beda-beda, mind-blowing bisa disesuaikan dengan konteksnya.

Ada Maunya...

His kindness to you is just a pretense. He must have a vested interest in it.
Kebaikannya padamu cuma pura-pura. Pasti ada udang di balik batu (Dia pasti ada maunya)


**Uhhuhu, nih kalimat kayanya su'udzon pisan nih...

About: TASTE

Yuk marii, sekarang kita berbicara tentang rasa...ciyyeeeh
Manis? Sweet.
Pahit? Bitter.
Asin? Salty.
Asam? Sour.
Pedas? Spicy, hot.
Kalo gak berasa itu masuk ke rasa?
Gak dong, kan gak ada rasanya, jadi hambar.
Hambar? Tasteless atau insipid.
Nano-Nano? It's candy..hehehehe

Many Happy Returns!

Kalo ada yg ultah di facebook suka pada ngucapin HBD, Happy Birthday maksudnya yahh?
Bosen gak sih ngucapin pake happy birthday terus?
Untuk mencegah kebosenan boleh ganti pake :
Many happy returns of the day, atau cukup many happy returns
Maknanya insya Allah sama. Terserah, terserah, kan ini mah bagi yg bosenan ^^
Okay, bagi yg hari ini ultah, Many Happy Returns!

GET BACK!

Yeehaw, English is back!
Bismillah, bersemangat belajar lagi.
Yuk, kita awali dengan gossipin si “BACK”
Ada gossip apakah?
Gossipnya kata BACK itu mengandung beberapa arti (wah, siapa yang menghamili si BACK sampe mengandung gitu? Heu, dasar gossip!).
Ya, karena BACK itu bisa berfungsi banyak, jadi tergantung. (duh, dah hamil digantung pula..hehe, gosip lagi).

He left the house by the back door. (back sebagai adjective)
Dia meninggalkan rumah lewat pintu belakang.

He looked back. (back sebagai adverb)
Dia melihat ke belakang.

He goes back every night. (back sebagai adverb)
Dia kembali setiap malam.

His car backed into the garage. (back sebagai verb)
Mobilnya mundur ke garasi.

He refused to back our social plans. (back sebagai verb)
Dia menolak mendanai rencana-rencana sosial kami.

He lies his back on the sofa. (back sebagai noun)
Dia membaringkan punggungnya di sofa.

He plays as a back. (back sebagai noun)
Dia bermain sebagai pemain belakang. (bek di sepak bola, tau ya)


Siapakah Dia?teteeeup gossip :p